Di sinilah kita membutuhkan pelajaran yang lebih penting daripada isi buku.
Jangan menggunakan nama orang lain untuk memperoleh kewenangan yang tidak pernah diberikan.
Dalam bahasa yang lebih sederhana: jangan meminjam nama pejabat untuk menjual sesuatu.
Sebab, ketika nama pejabat digunakan sebagai legitimasi transaksi, batas antara kewenangan publik dan kepentingan privat menjadi kabur.
Ketika hal itu terjadi di lingkungan sekolah, persoalannya menjadi jauh lebih sensitif.
Sekolah bukan pasar.
Kepala sekolah bukan agen penjualan.
Guru bukan tenaga pemasaran.