Digitalisasi Bansos Terintegrasi dengan Data Nasional
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, Gerakan Nasional Peduli Tetangga merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat pembenahan data penerima bantuan sosial melalui digitalisasi perlindungan sosial.
Program tersebut sekaligus menjadi tindak lanjut kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sistem perlindungan sosial yang lebih akurat, tepat sasaran, dan berkeadilan.
Gus Ipul menyebut terdapat tiga fokus utama pemerintah, yakni pembenahan data, ketepatan sasaran penerima bantuan, serta pengentasan kemiskinan melalui program Sekolah Rakyat.
“Pertama, datanya makin akurat karena ada konsolidasi. Kedua, sasarannya tepat. Dan strategi pengentasan kemiskinan, memutus mata rantai kemiskinan, adalah dengan Sekolah Rakyat,” katanya.
“Jadi, tiga itu, data akurat, sasaran tepat, dan Sekolah Rakyat. Semuanya dimulai dari data dulu,” sambungnya.
Saat ini, pemerintah mulai mengintegrasikan berbagai basis data kementerian dan lembaga melalui sistem digital. Integrasi tersebut mencakup data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Badan Pusat Statistik (BPS), serta data dari PLN, kepolisian, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, hingga Kementerian Hukum.
Penggabungan berbagai sumber data tersebut diharapkan menghasilkan gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat yang lebih menyeluruh. Dengan demikian, pemerintah dapat mengidentifikasi warga yang memenuhi kriteria penerima bantuan sekaligus meminimalkan kesalahan penyaluran.