Ibu Selebgram NR Duga CD Punya Bekingan Jenderal, Dijuluki 'Pencabut Nyawa' Polri

Ibu Selebgram NR, Sri Rahayu Usmi (kedua dari kiri) bersama kuasa hukumnya menggelar konferensi pers di salah satu cafe di Makassar, Jumat, (29/8/2025).--
DISWAY SULSEL - Ibu selebgram NR, Sri Rahayu Usmi menduga bekas suami anaknya berinisial CD punya bekingan Jenderal atau petinggi di kepolisian.
Dugaan tersebut mulai terang benderang setelah ia dilaporkan oleh CD ke Polrestabes Makassar atas kasus penyerobotan rumah mewah. Rumah itu merupakan salah satu mahar saat anaknya, NR dan CD menikah pada 1 September 2024 lalu. Mahar lainnya yakni 1 unit mobil dan uang Rp1 miliar.
Kemudian menyusul foto vulgar anaknya ketika melakukan visum di Rumah Sakit Bhayangkara (milik Polri) bisa bocor ke publik. Visum dilakukan awal Agustus 2025 lalu setelah NR diduga mengalami kekerasan seksual dari CD. Padahal visum et repertum bersifat rahasia.
"Pada saat saya diperiksa di Polrestabes Makassar terkait dengan Laporan penyerobotan, saya mendengar langsung dari oknum polisi yang meyatakan bahwa saudara Candra adalah pencabut nyawa di Polisi yang bisa melakukan intervensi, sehingga polisi bisa dimutasi atau dipindahkan kemana saja," kata Ayu dalam konferensi persnya di salah satu warkop di Panakkukang, Makassar, Jumat, 29 Agustus 2025.
Ayu menyebut, laporan CD di Polrestabes Makassar prosesnya cukup cepat. Maka dari itu, ia meminta kasus tersebut digelar khusus di Polda Sulsel.
"Sehingga saya ada kekhawatiran, kami akan diproses lebih lanjut, dapat dilihat dari proses lidik ke sidik oleh Polrestabes Makassar. Itulah sebabnya, kami segera meminta gelar khusus di Polda Sulsel," ucapnya.
Di samping itu, Ayu bercerita, visum yang dilakukan anaknya di RS Bhayangkara merupakan arahan Polda Sulsel ketika melakukan laporan Polisi atas kekerasan seksual yang dialami.
"Polda Sulsel merekomendasikan untuk pemeriksaan visum di RS Bhayangkara. Kemudian data visum tersebut, bocor ke publik. Yang menurut kami, pihak RS Bhayangkara telah melanggar kode etik dan SOP karena telah tersebar luasnya foto pada saat pemeriksaan," bebernya.
"Pada saat itu, saya selaku orang tua korban sempat mempertanyakan, 'Kenapa anak saya difoto dalam kondisi pemeriksaan seluruh badan?' Saya semakin mempertegas menanyakan. 'Dokter menjamin ini tidak keluar?' Seorang pria yang disebut dokter menjawab kalau ini memang proses pemeriksaan dan menjamin foto tersebut tidak akan tersebar," sambungnya.
Namun beberapa hari kemudian, foto anaknya ketika visum dengan memperlihatkan buah dada dan mister v tersebar di media sosial.
"Kami shock karena foto visum tersebut viral di media sosial. Seolah-olah ada desain sedemikian rupa untuk menyudutkan anak kami, yang diawali dengan munculnya rumor dan berita di beberapa media sosial yang menyebut anak kami berperilaku buruk. Yang polanya hampir sama seperti disetting atau direncanakan oleh seseorang yang memiliki motif untuk menyudutkan anak kami," jelasnya.
"Sehingga patut diduga, kemungkinan ada keterlibatan saudara CD dapat melakukan intervensi serta dapat mengakses setiap proses pemeriksaan yang kami hadapi di Kepolisian. Karena memang konon katanya saudara Candra sangat dekat dengan petinggi kepolisian baik di tingkat Polda maupun di Mabes Polri," bebernya.
Akibat dari beredarnya foto visum tersebut, Ayu mengaku, anaknya sudah tiga kali melakukan percobaan bunuh diri.
"Sudah tiga kali melakukan upaya percobaan bunuh diri karena mengalami gangguan mental dan psikologis.
Sumber: